Pemko Payakumbuh Tampilkan Dua Inovasi Pelayanan Publik di Panggung Nasional PKN Tingkat II LAN

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,liputansumbar.com

Komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memperkuat kualitas pelayanan publik melalui inovasi kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang mendorong birokrasi adaptif, inovatif, dan berorientasi pada solusi, dua kepala perangkat daerah mempresentasikan implementasi proyek perubahan dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dua pejabat yang tampil dalam seminar tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira, S.Pd., MSE dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Delni Putra, ST. Keduanya memaparkan hasil implementasi inovasi di sektor pendidikan dan pengelolaan persampahan sebagai bagian dari tahapan akhir PKN Tingkat II.

Seminar menghadirkan Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Agus Triyono, sebagai penguji. Kedua peserta didampingi oleh Coach Dr. Ir. Sahirman, M.P., sementara Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda, M.Si. bertindak sebagai mentor.

Dalam paparannya, Nalfira memperkenalkan proyek perubahan bertajuk “Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif, BerLiterasi Aktual dan Relevan)”, sebuah inovasi pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar.

Menurut Nalfira, inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap hasil Rapor Pendidikan yang menunjukkan perlunya penguatan kompetensi dasar peserta didik di Kota Payakumbuh.

“Kelas BerNALAR mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan deep learning, pemanfaatan interactive flat panel, serta artificial intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pastikan Pembangunan Kembali Pasar Blok Barat Payakumbuh Melalui APBN 2026

Ia menjelaskan, implementasi program telah dimulai melalui pembentukan tim efektif, penyusunan modul pembelajaran, penerbitan regulasi pendukung, pelaksanaan workshop bagi guru kelas VI, hingga penerapan Kelas BerNALAR di seluruh sekolah dasar negeri di Kota Payakumbuh.

Selain itu, program diperkuat melalui gerakan 15 Menit BerNALAR sebelum proses belajar dimulai sebagai upaya membangun budaya literasi dan numerasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Delni Putra mempresentasikan proyek perubahan bertajuk “Payakumbuh Resik: Strategi Pengelolaan Persampahan Melalui Ekonomi Sirkular dan Kemandirian Lingkungan.”

Ia menjelaskan bahwa inovasi tersebut disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya timbulan sampah, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga penyesuaian terhadap kebijakan nasional terkait penghentian praktik open dumping.

“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumber, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” jelas Delni.

Ia berharap strategi tersebut mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  PKK Payakumbuh Gelar Pelatihan Sekretaris untuk Perkuat Tata Kelola Organisasi

Sebagai mentor, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengapresiasi kedua proyek perubahan tersebut karena dinilai mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, proyek perubahan dalam PKN Tingkat II tidak boleh berhenti sebagai tugas akademik semata, tetapi harus menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Dua proyek perubahan yang dipresentasikan hari ini sangat relevan dengan kebutuhan Kota Payakumbuh. Kelas BerNALAR diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi, sementara Payakumbuh Resik menjadi strategi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pemerintah Kota Payakumbuh siap mendukung implementasi kedua inovasi tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Rida.

Seminar implementasi itu juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh Dafrul Pasi M., S.IP., M.M. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kompetensi kepemimpinan aparatur serta memastikan setiap inovasi yang lahir dari PKN Tingkat II dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Melalui dua inovasi di bidang pendidikan dan pengelolaan lingkungan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat serta mendukung visi pembangunan Kota Payakumbuh yang diusung Wali Kota Zulmaeta.(ws)

Berita Terkait

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh
Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan
HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan
Wako Zulmaeta: Madrasah Harus Jadi Benteng Karakter di Tengah Derasnya Arus Digital
Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta
Pemko Payakumbuh Tegaskan Pasar Blok Barat Aset Daerah, Pedagang Berstatus Penyewa
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WIB

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh

Rabu, 9 September 2026 - 09:47 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 09:38 WIB

HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia

Rabu, 9 September 2026 - 09:32 WIB

Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan

Berita Terbaru