“Baru Mulai, Sudah Dikecam! Program 100 Hari ZUZEMA Dianggap Gagal Fokus”

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar

Program 100 hari kerja Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Walikota Zulmaeta dan Wakil Walikota Elzadaswarman (ZUZEMA) menuai kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat. Alih-alih menjadi pijakan awal menuju pembangunan lima tahun ke depan, program tersebut justru dianggap menimbulkan polemik dan kegaduhan.

Dalam rapat paripurna serah terima jabatan pada Maret lalu, Walikota Zulmaeta memaparkan 16 program unggulan yang dijanjikan akan diselesaikan dalam 100 hari. Namun, tidak lama berselang, demonstrasi mahasiswa menggugat validitas dan relevansi program tersebut.

“Saya senang ada kritikan dari mahasiswa. Itu murni, tidak ada unsur politiknya,” ujar Zulmaeta, sembari menegaskan bahwa program 100 hari hanyalah jargon dan tidak tercantum dalam undang-undang.

Baca Juga :  Zulmaeta Warning OPD: Jangan Puas dengan Zona Hijau Pelayanan Publik

Salah satu sumber polemik adalah pembangunan Tugu Selamat Datang di kawasan Ngalau Balai Panjang, yang ditentang oleh masyarakat adat setempat karena dinilai tidak melalui proses musyawarah. Proyek tersebut dinilai arogan dan menyingkirkan kearifan lokal.

Tak hanya itu, warga Kanagarian Koto Tuo di Kecamatan Harau menuntut penyelesaian tapal batas wilayah sebelum melanjutkan proyek pembangunan fisik apa pun. Mereka mendesak Pemko untuk segera mengurus legalitas ke kementerian terkait.

Sementara itu, aksi damai mahasiswa se-Kota Payakumbuh yang digelar di depan Kantor Balaikota menambah panas suasana. Dalam orasinya, mahasiswa mengkritisi program yang dianggap tidak menyentuh masalah utama kota: pengelolaan sampah, hiburan malam ilegal, dugaan praktik LGBT di ruang publik, hingga kebijakan pendidikan yang kurang transparan.

Baca Juga :  PORSENI TK 2026 Resmi Dibuka, Pemko Payakumbuh Perkuat Karakter dan Potensi Anak Usia Dini

Tokoh masyarakat Hendra Yani pun angkat suara. Ia menyebut program 100 hari seharusnya menjadi fondasi strategis, bukan hanya seremonial.

“Kalau minim ide dan gagasan, bagaimana bisa membawa perubahan nyata?” tanyanya retoris.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Payakumbuh belum mengeluarkan indikator kinerja resmi untuk mengukur keberhasilan program 100 hari. Meski begitu, Zulmaeta menyatakan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap semua kritik dan masukan.

Kini publik menanti, apakah ZUZEMA mampu mengubah polemik ini menjadi pijakan kuat untuk membangun Payakumbuh lima tahun ke depan atau hanya sekadar pencitraan didepan sorotan kamera seakan hebat bekerja di awal jabatan?. (ws)

Berita Terkait

BKMT Payakumbuh Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah Sambut 1 Muharram 1448 H
Pemko Payakumbuh Perkuat Budaya Literasi, Targetkan IPLM 72,25 pada 2026
Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Enam Inovasi Digital
Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Agam
Masa Kepengurusan PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota Berakhir, Yusrizal Minta PWI Sumbar Segera Tunjuk Plt
Selatan Sunset Festival 2026 Angkat Potensi Wisata Gadih Angik
Kontingen Shorinji Kempo Payakumbuh Dilepas ke Kejurnaswil Sumatera 2026
Pemko Payakumbuh Sahkan Empat Perda Strategis
Berita ini 1,592 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:26 WIB

BKMT Payakumbuh Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah Sambut 1 Muharram 1448 H

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:19 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Budaya Literasi, Targetkan IPLM 72,25 pada 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:03 WIB

Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Agam

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Masa Kepengurusan PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota Berakhir, Yusrizal Minta PWI Sumbar Segera Tunjuk Plt

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:57 WIB

Selatan Sunset Festival 2026 Angkat Potensi Wisata Gadih Angik

Berita Terbaru