Bupati Safni dan Wabup Rito Tegaskan: ‘Kalau Ada Money Politik, Laporkan, Kami Tindak Langsung'”

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota,liputansumbar

Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang bersama Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menyampaikan sinyal keras kepada seluruh jajaran masyarakat jika tidak ada ruang untuk dagang jabatan di pemerintahannya. Pernyataan ini dilontarkan Bupati dan Wabup di hadapan sejumlah masyarakat yang menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Sarilamak, Bukik Limau, Rabu, (14/05/2025).

Demo LSM di Kantor Bupati limapuluh kota

“Saya bersama Wakil Bupati semata-mata ingin mengucurkan keringat demi membangun Kabupaten Lima Puluh Kota, bukan buat bagi-bagi jabatan, apalagi kalau pakai embel-embel duit. Nggak ada cerita begitu di masa saya. Siapa yang coba-coba, kami tindak langsung,” tegasnya.

Baca Juga :  Jalan Sehat HUT KORPRI ke-53: Semangat Kebersamaan di Kota Payakumbuh

Pernyataan itu bukan tanpa sebab. Di kalangan masyarakat soal praktik jual-beli jabatan udah lama beredar. Banyak yang bilang, jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa ‘diatur’ asal setoran cocok. Isu ini selalu muncul setiap menjelang rotasi atau pasca-pelantikan kepala daerah.

Aksi Demo LSM di Kantor Bupati limapuluh kota

Tapi pasangan Bupati Safni dan Wabup Rito ingin memutus rantai itu sejak awal. Ia bilang, jabatan harus jadi hasil dari kerja keras dan prestasi, bukan hasil dari ‘transfer’ di bawah meja.

Baca Juga :  Rezka Oktoberia dan Andre Rosiade Dorong Percepatan Sertifikat Tanah untuk Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh 2026

“Saya nggak mau punya kepala dinas yang sibuk mikirin balikin modal karena udah keluar duit pas mau naik jabatan. Kita butuh orang kerja, bukan orang cari untung, harus memiliki inovasi dan gagasan demi membangun Lima Puluh Kota,” katanya lagi. (rel).

Berita Terkait

Saat KAHMI Bicara VCS Bupati 50 Kota Berbeda: Dari Desak DPRD hingga Menarik Rem Tangan
“Sudahlah Jangan Berdrama Lagi” — KAHMI Kritik Keras Polemik Video Sex 30 Detik Bupati 50 Kota
Dari Chat “Mama Ayu” ke Video Viral, Begini Versi Kuasa Hukum Syafni
Refleksi Satu Tahun SAKATO, Antara Tantangan Pembangunan dan Efesiensi Anggaran
BPKH–Lazismu Salurkan Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk SD Muhammadiyah Sarilamak
Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera
Dari Rival Jadi Pendukung: Sikap Politik Ferizal–Deni Asra Usai Video Viral mirip Bupati Safni
Isu Video 30 Detik Mirip Kepala Daerah Hebohkan Payakumbuh dan Limapuluh Kota
Berita ini 507 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:17 WIB

Saat KAHMI Bicara VCS Bupati 50 Kota Berbeda: Dari Desak DPRD hingga Menarik Rem Tangan

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:02 WIB

Dari Chat “Mama Ayu” ke Video Viral, Begini Versi Kuasa Hukum Syafni

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:34 WIB

Refleksi Satu Tahun SAKATO, Antara Tantangan Pembangunan dan Efesiensi Anggaran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:10 WIB

BPKH–Lazismu Salurkan Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk SD Muhammadiyah Sarilamak

Senin, 2 Maret 2026 - 12:23 WIB

Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera

Berita Terbaru