Limapuluh Kota,liputansumbar.com– Dua kandidat yang kalah dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota periode 2024–2029, Ferizal Ridwan bersama Deni Asra, mendapat amanah untuk mengundang berbagai unsur masyarakat dalam rangka menyikapi kondisi yang berkembang di daerah saat ini.
Langkah tersebut dilakukan menyusul beredarnya video viral yang disebut-sebut mirip Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang. Kegiatan ramah tamah, jumpa pers, dan silaturahim itu digelar di Sariak Laweh, Minggu (1/3/2026), dan dihadiri berbagai elemen masyarakat.
Undangan ditujukan kepada tokoh masyarakat, tokoh nagari, tokoh kecamatan, insan pers, unsur partai politik, hingga perwakilan pemerintah daerah. Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka untuk klarifikasi dan mempererat komunikasi di tengah dinamika isu yang berkembang.
Menurut keterangan yang disampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperbaiki silaturahim, meluruskan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat yang hadir.
“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk klarifikasi dan komunikasi langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan,” ujar Ferizal Ridwan.
Dalam sambutannya, Deni Asra yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Limapuluh Kota menegaskan sikap politiknya terkait isu yang berkembang mengenai video berdurasi sekitar 30 detik yang viral di media sosial dan disebut-sebut mirip Bupati Safni.
Ia menyampaikan bahwa meskipun pada Pilkada lalu dirinya merupakan kandidat yang kalah dari H. Safni, namun setelah proses demokrasi selesai, semua pihak harus menghormati hasil dan mendukung pemerintahan yang sah.
“Walaupun kami kandidat yang kalah dalam kontestasi pilkada kemarin dari H. Safni, setelah pilkada selesai kita mendukung pemerintahan yang baru,” ungkap Deni Asra.
Ia juga berharap masyarakat Limapuluh Kota tetap memberikan dukungan kepada kepemimpinan H. Safni bersama wakilnya dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan demi kemajuan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Safni didampingi istri serta Wakil Bupati bersama istri. Safni menyampaikan komitmennya untuk tetap fokus membangun Limapuluh Kota di tengah isu yang beredar.
Terkait video yang viral, ia menegaskan agar persoalan tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku.
“Dengan adanya isu tersebut, biar aparat hukum yang bertindak,” ungkap Safni.
Ferizal Ridwan dan Deni Asra disebut berupaya aktif membantu memulihkan nama baik H. Safni di tengah masyarakat. Mereka menilai klarifikasi terbuka melalui ramah tamah dan jumpa pers menjadi langkah penting dalam menjaga kondusivitas daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan insan pers, sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.(ws)








