Isu Video 30 Detik Mirip Kepala Daerah Hebohkan Payakumbuh dan Limapuluh Kota

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com— Beredarnya pemberitaan di sejumlah media online terkait sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang disebut-sebut mirip dengan kepala daerah di Kabupaten Limapuluh Kota menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Informasi tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak berwenang maupun dari sosok yang disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut. Isu ini masih sebatas kabar yang beredar di ruang percakapan publik. Sebagian masyarakat mengaku pernah menyaksikan langsung video tersebut, sementara sebagian lainnya mengaku belum melihatnya, meski belum ada verifikasi independen terkait keaslian konten tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat Limapuluh Kota menyayangkan munculnya isu yang dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan publik dan memengaruhi stabilitas sosial serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Salah seorang tokoh masyarakat Limapuluh Kota yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin atas beredarnya kabar tersebut.

“Apabila kabar tersebut benar dan memang melibatkan pejabat publik, tentu hal itu sangat disayangkan. Seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dalam sikap dan perilaku,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, isu semacam ini berpotensi berdampak pada posisi dan kredibilitas yang bersangkutan sebagai kepala daerah.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, di era digital saat ini, manipulasi konten visual sangat mungkin terjadi dan dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk berbagai kepentingan.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Payakumbuh Buka Pelatihan Adat 2025: Perkuat Peran Niniak Mamak dalam Pembangunan Daerah

“Masyarakat harus bijak menyikapi informasi seperti ini. Jangan sampai ikut menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait melakukan penelusuran secara profesional, objektif, dan transparan guna memastikan kebenaran informasi tersebut, sekaligus mencegah potensi fitnah maupun pencemaran nama baik.

Selain itu, ia mengingatkan agar isu tersebut tidak dimanfaatkan sebagai alat kepentingan politik untuk menjatuhkan pihak tertentu, mengingat dinamika politik lokal kerap diwarnai berbagai spekulasi.

Diketahui, sosok yang diisukan dalam pemberitaan tersebut sebelumnya dikabarkan bergabung menjadi kader Partai Gerindra pada November 2025. Kartu Tanda Anggota (KTA) partai itu diserahkan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade.

Sementara itu, dikutip dari pemberitaan salah satu media online, sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota mendatangi Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD setempat pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut disebut sebagai agenda silaturahmi rutin tahunan sekaligus forum penyampaian masukan terkait isu sosial kemanusiaan dan dinamika politik daerah.

Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat Ismardi mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan saat ini memungkinkan terjadinya manipulasi konten, sehingga masyarakat perlu lebih waspada agar tidak menjadi korban pihak-pihak tertentu.

Baca Juga :  Wali Kota Zulmaeta Pastikan Seleksi Terbuka Inspektur Daerah Payakumbuh Transparan dan Akuntabel

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Limapuluh Kota, Buya Akmul DS, juga mengingatkan pentingnya mengedepankan sikap tabayun sebelum mengambil kesimpulan.

“Tentunya agama kita selalu mengajarkan agar kita selalu bertabayun. Bisa jadi beliau korban dan setiap musibah itu adalah ujian. Apalagi seorang kepala daerah yang memegang jabatan politik, biasanya semakin tinggi pucuk kayu, akan semakin besar angin menerpa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh masyarakat juga menyampaikan dukungan moral kepada kepala daerah dan keluarga agar tetap kuat dan fokus menjalankan amanah.

“Kita berikan dukungan penyemangat dan doa agar beliau tetap kuat dan semangat. Mari kita jadikan ini sebagai refleksi bersama agar lebih berhati-hati di masa mendatang,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Buya Sudirman Sair, pembina Pondok Pesantren Al Syadiah dan Dewan Syuro NU Limapuluh Kota. Ia menekankan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga penting untuk mengedepankan sikap saling memaafkan dan menjadikan peristiwa sebagai pembelajaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari sosok yang diisukan maupun dari aparat penegak hukum terkait kebenaran video tersebut.

Tokoh masyarakat pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, menjaga kondusivitas daerah, serta menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.(ws)

Berita Terkait

Saat KAHMI Bicara VCS Bupati 50 Kota Berbeda: Dari Desak DPRD hingga Menarik Rem Tangan
“Sudahlah Jangan Berdrama Lagi” — KAHMI Kritik Keras Polemik Video Sex 30 Detik Bupati 50 Kota
Dari Chat “Mama Ayu” ke Video Viral, Begini Versi Kuasa Hukum Syafni
Refleksi Satu Tahun SAKATO, Antara Tantangan Pembangunan dan Efesiensi Anggaran
BPKH–Lazismu Salurkan Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk SD Muhammadiyah Sarilamak
Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera
Dari Rival Jadi Pendukung: Sikap Politik Ferizal–Deni Asra Usai Video Viral mirip Bupati Safni
Dilantik, Pengurus KONI Limapuluh Kota 2026–2029 Langsung Bidik Sukses di Porprov
Berita ini 828 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:17 WIB

Saat KAHMI Bicara VCS Bupati 50 Kota Berbeda: Dari Desak DPRD hingga Menarik Rem Tangan

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:53 WIB

“Sudahlah Jangan Berdrama Lagi” — KAHMI Kritik Keras Polemik Video Sex 30 Detik Bupati 50 Kota

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:34 WIB

Refleksi Satu Tahun SAKATO, Antara Tantangan Pembangunan dan Efesiensi Anggaran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:10 WIB

BPKH–Lazismu Salurkan Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk SD Muhammadiyah Sarilamak

Senin, 2 Maret 2026 - 12:23 WIB

Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera

Berita Terbaru