“Rupo Nan Babanah” PCF 2025 Warnai Festival Kreatif Terbesar Kota Payakumbuh

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Cahaya lampu yang membias lembut di Lubuak Simato Convention Center menjadi saksi ketika ratusan kreator, perajin, dan anak muda Payakumbuh berkumpul sejak pagi Sabtu (22/11). Mereka tidak hanya membawa produk atau karya, tetapi juga membawa harapan: bahwa kreativitas adalah jalan baru bagi Payakumbuh untuk melangkah sebagai kota yang lebih maju, beridentitas kuat, dan berorientasi inovasi.

Suasana itulah yang mewarnai pembukaan Payakumbuh Creative Festival (PCF) 2025, festival kreatif terbesar di kota itu yang berlangsung pada 22–23 November 2025. Memasuki tahun penyelenggaraan kedua, PCF tampil lebih matang, lebih terorganisasi, dan jauh lebih hidup.

Festival yang digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh ini menghadirkan lebih dari 40 UMKM kreatif, 4 komunitas kreatif, 15 pelaku seni budaya, serta total 300 peserta aktif dari berbagai sektor.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan bahwa PCF 2025 merupakan “titik balik penting” bagi arah ekonomi baru Payakumbuh yang semakin bertumpu pada kreativitas.

“Tahun ini menjadi langkah strategis bagi kita untuk semakin memperkuat peran Payakumbuh sebagai ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi,” ujar Wawako yang akrab disapa Om Zet, Minggu (23/11/2025) malam.

Baca Juga :  "‘Kami Datang untuk Mengingatkan’: Mahasiswa Tagih Janji Wali Kota ZUZEMA di Tengah Krisis Perkotaan"

Ia menegaskan bahwa festival ini bukan hanya ajang pamer karya, tetapi juga pernyataan identitas bahwa Payakumbuh kini hadir sebagai kota yang memberi ruang luas bagi kreativitas, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kreativitas mampu menggerakkan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan menguatkan identitas kota. Itu yang ingin kita wujudkan melalui PCF 2025,” tuturnya.

Setiap sudut festival menawarkan pengalaman berbeda:
Pameran Ekraf menampilkan produk kriya, fesyen, hingga desain.

Fashion Parade menghadirkan eksplorasi kreatif desainer dan pelaku fesyen lokal.

Creative Stage Performance menyajikan musik, tari, dan seni pertunjukan.

Seminar Creative mengupas inovasi fesyen dan kewirausahaan.

Kompetisi Baju Kuruang Basiba Modifikasi untuk kategori anak dan remaja.

Mengusung tema “Rupo Nan Babanah”, PCF 2025 menegaskan kreativitas yang bertumpu pada identitas lokal namun tetap berorientasi global.

Kepala Disparpora Payakumbuh, Yunida Fatwa, menyebut PCF sebagai ruang inklusif bagi talenta, ide, dan gagasan masyarakat.

“Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, memperluas jejaring pelaku industri, dan meningkatkan daya tarik wisata Payakumbuh,” katanya.

Menurutnya, PCF 2025 tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga ruang transaksi gagasan yang mempertemukan talenta lokal dengan pasar dan peluang.

Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, menegaskan pentingnya festival ini untuk memajukan sektor kriya, fesyen, dan kuliner.

Baca Juga :  Stadion Palano Jaya Bergemuruh, Wali Kota Payakumbuh Resmi Buka Wali Kota Cup IX 2025

“Festival ini bukan hanya ruang pamer, tapi wadah kolaboratif untuk memperkuat ekosistem kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia berharap lahir kolaborasi baru, pasar yang lebih luas, dan kebanggaan terhadap produk lokal — terutama di kalangan anak muda.

“Kita ingin produk-produk pelaku ekraf kita dikenal dunia,” tegasnya.

Di balik kemeriahan panggung dan pameran, PCF 2025 menggarisbawahi perubahan besar dalam cara Payakumbuh melihat masa depan: kreativitas bukan lagi pelengkap, tetapi alat pembangunan yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik wisatawan, serta meningkatkan citra Payakumbuh di tingkat regional dan nasional.

“Saya percaya kekuatan kreativitas bukan hanya pada mencipta karya, tetapi pada keberanian mencoba dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Semoga PCF 2025 melahirkan semangat baru yang membuat Payakumbuh semakin diperhitungkan,” pungkas Om Zet.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Forkopimda Kota Payakumbuh, Ketua GOW Ny. Yeni Elzadaswarman, Ketua DWP Ny. Chece Rida Ananda, jajaran OPD, serta pengunjung dari berbagai daerah.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Dorong Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba
Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Pemko Payakumbuh Bekali Pelajar Literasi Digital Sehat dan Aman
Wali Kota Zulmaeta Siapkan Transportasi Publik Berbasis Kendaraan Listrik, Diawali untuk Angkutan Pelajar
Pemko Payakumbuh Tampilkan Dua Inovasi Pelayanan Publik di Panggung Nasional PKN Tingkat II LAN
Wawako Payakumbuh Tegaskan Komitmen Dukung Percepatan Sumbar Bebas Sampah 2029
Pemko Payakumbuh Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Zulmaeta Tingkatkan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD
Wali Kota Zulmaeta Apresiasi Emas Alesha Alicia Novea di Gymnastics Indonesia Open 2026
Pemko Payakumbuh Perkuat Pembinaan Atlet Muda melalui Minisoccer Payakumbuh League Season 2
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:41 WIB

Pemko Payakumbuh Dorong Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:51 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Pemko Payakumbuh Bekali Pelajar Literasi Digital Sehat dan Aman

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:41 WIB

Wali Kota Zulmaeta Siapkan Transportasi Publik Berbasis Kendaraan Listrik, Diawali untuk Angkutan Pelajar

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:08 WIB

Wawako Payakumbuh Tegaskan Komitmen Dukung Percepatan Sumbar Bebas Sampah 2029

Senin, 13 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Zulmaeta Tingkatkan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD

Berita Terbaru