Payakumbuh,liputansumbar.com
Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Pengolahan Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Kota Payakumbuh Tahun 2026.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman membuka lomba yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh di halaman Kantor Ketahanan Pangan setempat, Kamis (20/8/2026).
Lomba tahunan tersebut diikuti perwakilan dari 10 kelurahan yang berasal dari Kecamatan Payakumbuh Timur dan Kecamatan Payakumbuh Utara. Para peserta menampilkan beragam kreasi pangan lokal yang diolah menjadi menu menarik, bergizi, seimbang, dan aman untuk dikonsumsi.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan bahwa pelaksanaan lomba B2SA tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat.
Menurutnya, kekayaan pangan lokal yang dimiliki daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan apabila diolah secara kreatif, dikemas secara menarik, dan memenuhi standar keamanan pangan.
“Bahan pangan lokal yang sederhana punya potensi besar jika diolah dengan baik, dikemas menarik, serta memenuhi standar keamanan pangan. Kita ingin pangan lokal tak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi berkembang menjadi produk unggulan daerah,” ujar Elzadaswarman.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, pengembangan pangan lokal juga dinilai dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda menjelaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan bahan pangan.
Menurutnya, peningkatan nilai tambah, inovasi pengolahan, dan daya saing produk pangan lokal di pasar juga menjadi faktor penting.
Untuk mendukung target tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh menggulirkan inovasi bertajuk GEMPITA BERSAMA (Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Pangan Inovatif Tangguh Menuju Konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman).
Gerakan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim Penggerak PKK, hingga pelaku usaha pangan lokal.
“Melalui penilaian yang transparan dan profesional, pemenang lomba ini nantinya diproyeksikan mewakili Kota Payakumbuh pada ajang serupa di tingkat provinsi maupun nasional,” kata Edvidel.
Melalui kegiatan B2SA dan inovasi GEMPITA BERSAMA, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap pemanfaatan pangan lokal dapat semakin berkembang di tengah masyarakat.
Tidak hanya menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari, pangan lokal juga diharapkan mampu tumbuh sebagai produk bernilai ekonomi dan menjadi salah satu kekuatan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Eni Muis Zulmaeta, jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta dewan juri penilai.(ws)








