DPRD Payakumbuh Diduga Abai, Pedagang Korban Kebakaran Ancam Turun ke Jalan

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Suhu politik di Kota Payakumbuh memanas setelah Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) mengultimatum DPRD Kota Payakumbuh terkait aspirasi para pedagang korban kebakaran Pasar Blok Barat yang tak kunjung direspons.

Ketua IP3, Esa Muhardanil, bersama sejumlah pengurus seperti Ady Surya dan Desman, Sabtu pagi (13/9/2025), menegaskan pihaknya mendesak DPRD segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melahap ratusan kios, lapak, dan toko di Pasar Blok Barat.

“Jika aspirasi kami tak direspons, kami akan turun ke jalan menyampaikan tuntutan agar DPRD menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai kebakaran ini dibiarkan tanpa kejelasan,” tegas Esa Muhardanil.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Terima 165 Sertifikat Aset Tanah dari BPN, Lampaui Target 2025

Menurut data IP3, ada sekitar 500 pedagang terdampak yang hingga kini menanti kepastian relokasi dan bantuan. Kebakaran ini menimbulkan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah, namun hingga kini bantuan yang dijanjikan belum juga diterima pedagang secara langsung.

Selain itu, IP3 juga menyoroti penggunaan dana bantuan yang dikumpulkan di Pos Bencana Kebakaran depan Kantor Pos Payakumbuh. Pedagang meminta Pemko Payakumbuh menjelaskan apakah dana tersebut akan dipakai untuk relokasi atau menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT).

“Kalau dana dari donatur dipakai untuk relokasi, itu menyimpang dari niat awal para donatur yang ingin bantu pedagang secara langsung,” tegasnya.

IP3 juga mengingatkan BAZNAS dan Pemko agar proses penyaluran bantuan dilakukan secara teliti agar semua korban kebakaran menerima hak mereka.

Baca Juga :  Pandangan Fraksi RAPBD 2026 Jadi Bahan Evaluasi Pemko Payakumbuh

“Kami dapat informasi bantuan BAZNAS akan disalurkan Selasa nanti. Kami minta jangan ada yang terlewat. Identifikasi pedagang harus teliti dan maksimal,” pinta Esa.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik H. Tasril SH menyoroti lemahnya kepekaan anggota DPRD terhadap nasib para pedagang.

“Jangan hanya butuh suara saja baru dekat dengan masyarakat. Pedagang ini butuh kepastian, bukan sekadar santunan lalu selesai atau kepekaan dan kemampuan DPRD payakumbuh cuma segitu” kritik Tasril.

Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kota Payakumbuh belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan IP3 tersebut.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Dukung Program IDAMAN BPOM, Perkuat Keamanan Jamu dan Daya Saing UMKM Lokal
Nagari Aie Tabik Bangkitkan Tradisi Mauluan Konji, Warisan Budaya Minangkabau Kembali Dihidupkan
Ribuan Pesepeda Padati Payakumbuh, GSA 2026 Jadi Momentum Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Daerah
DPRD Limapuluh Kota Perdalam Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah, TPQ hingga Rumah Tahfidz Diusulkan Masuk Secara Spesifik
Terbongkar.!! Jejak Dana MBG Rp 593 Juta di Payakumbuh
Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik, Dorong Aksi Nyata Kurangi Sampah dan Kendalikan Perubahan Iklim
Dua Inovasi Pelajar Payakumbuh Melaju ke Final TTG Sumbar 2026
PORSENI TK 2026 Resmi Dibuka, Pemko Payakumbuh Perkuat Karakter dan Potensi Anak Usia Dini
Berita ini 459 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:20 WIB

Pemko Payakumbuh Dukung Program IDAMAN BPOM, Perkuat Keamanan Jamu dan Daya Saing UMKM Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:13 WIB

Nagari Aie Tabik Bangkitkan Tradisi Mauluan Konji, Warisan Budaya Minangkabau Kembali Dihidupkan

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:45 WIB

Ribuan Pesepeda Padati Payakumbuh, GSA 2026 Jadi Momentum Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:44 WIB

Terbongkar.!! Jejak Dana MBG Rp 593 Juta di Payakumbuh

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:53 WIB

Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik, Dorong Aksi Nyata Kurangi Sampah dan Kendalikan Perubahan Iklim

Berita Terbaru