Payakumbuh,liputansumbar.com
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh terus memperkuat perannya sebagai basis pengembangan Industri Kecil Menengah ( IKM) , khususnya dalam memproduksi produk unggulan daerah berupa rendang melalui Sentra IKM Rendang. Fasilitas ini kini telah menjadi pusat produksi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah menembus pasar ekspor.30/4-2026
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Yasril, mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku IKM yang tergabung dalam Sentra IKM Rendang telah mengantongi izin edar serta memenuhi standar produksi yang ditetapkan. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas rendang Payakumbuh mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Sentra IKM Rendang atau dapur produksi rendang saat ini masih dalam proses pengelolaan oleh UPTD. Ke depan, akan kita dorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga dapat lebih leluasa dalam memproduksi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Yasril.
Ia juga menjelaskan, bahwa saat ini aktivitas produksi di lakukan di dapur masing-masing IKM dan Sentra IKM rendang hadir jika kapasitas produksi skala besar dan memerlukan sertifikasi lengkap standar ekspor melalui kerjasama dengan Koperasi Sentra Rendang Payakumbuh”tukuk yasril
Saat ini aktivitas produksi di Sentra IKM Rendang masih dimanfaatkan oleh anggota Industri Kecil Menengah (IKM) terutama untuk memenuhi tingginya permintaan rendang bagi jamaah haji. Namun, dengan perubahan status menjadi BLUD, pihaknya optimistis produksi dapat dilakukan secara mandiri dan dalam skala lebih besar.
“Permintaan rendang untuk jamaah haji sangat tinggi. Jika sudah menjadi BLUD, kita bisa memproduksi sendiri secara maksimal dan terstruktur,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan pentingnya menjaga produktivitas Sentra IKM Rendang sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Ia meminta Dinas Tenaga kerja dan Perindustrian berinovasi agar fasilitas tersebut terus ditingkatkan dan dikembangkan baik dari sisi produksi maupun manajemen.
“Sentra IKM Rendang harus terus produktif dan ditingkatkan. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tegas Zulmaeta.
Keberadaan Sentra IKM Rendang diharapkan menjadi motor penggerak IKM di Kota Payakumbuh, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai sentral rendang berkualitas yang mampu bersaing di pasar global.(ws)








