2.000 Warga Situjuah Ladang Laweh Limapuluh Kota Terisolasi

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota,liputansumbar.com

Sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota kembali dilanda bencana hidrometeorologi berupa longsor, banjir, dan tanah amblas akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa sore (12/5/2026) hingga Rabu dini hari (13/5/2026).

Bencana paling parah terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Akses jalan kabupaten Situjuah Ladang Laweh–Batas Batu Sangkar di kawasan Lokuak Pangorangan dilaporkan amblas membentuk lubang menyerupai sinkhole dan tertimbun material longsor.

Akibatnya, sebanyak 600 Kepala Keluarga dengan total sekitar 2.053 jiwa terisolasi karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk nagari.

Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, mengatakan warga kini kesulitan beraktivitas karena kendaraan tidak dapat melintas.

“Sebanyak 600 KK atau lebih dari 2.000 jiwa warga kami terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas. Kendaraan tak bisa keluar masuk. Kami minta bantuan pemda,” ujarnya didampingi Ketua Bamus Ustad Yulius, Bhabinkamtibmas Aiptu Rinaldi, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang turun langsung meninjau lokasi pada Rabu pagi (13/5/2026), mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan menetapkan penanganan tanggap darurat.

“Jalan kabupaten ini tidak hanya amblas dan berlubang mirip sinkhole, tetapi juga tertimbun material longsor. Dampaknya, sekolah libur, ekonomi warga nyaris lumpuh, dan ribuan warga terisolasi. Jalan ini harus segera diperbaiki,” kata Fajar Vesky.

Ia meminta pemerintah daerah segera melakukan kaji cepat terhadap lokasi terdampak, evakuasi dan penyelamatan warga, pembersihan material longsor, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi secara mandiri.

Menurutnya, jika dampak bencana terus meluas sementara dana operasional penanganan terbatas, pemerintah daerah tidak perlu ragu menetapkan status tanggap darurat bencana agar penggunaan dana tak terduga APBD 2026 dapat dimaksimalkan dan bantuan dari berbagai pihak lebih mudah dimobilisasi.

Baca Juga :  Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Idul Fitri, Pemkab Lima Puluh Kota Gelar GPM

Selain di Situjuah Ladang Laweh, bencana juga terjadi di Nagari Tungkar yang menyebabkan sejumlah warga mengungsi. Sementara itu, aliran Batang Sandir atau Batang Air Pondam yang bermuara ke Batang Agam kembali meluap dan merendam lahan pertanian serta merusak kawasan lubuk ikan larangan milik masyarakat.

Fajar Vesky juga meminta laporan kerusakan dari pemerintah nagari dan kecamatan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota agar penanganan tidak lamban.

Ia menegaskan, penanganan bencana di Limapuluh Kota tidak boleh hanya bersifat reaktif saat musibah terjadi, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir melalui mitigasi dan langkah jangka panjang.

“Banyak pakar lingkungan sudah menyebut bahwa bencana hidrometeorologi di Limapuluh Kota bukan hanya persoalan lokal, tetapi terkait ekosistem dan anomali iklim. Karena itu, perlu penanganan komprehensif dan mitigasi berkelanjutan,” tutupnya.(ws)

Berita Terkait

Sengketa Tanah Ulayat Kampuang Pitapang Ikua Tanjuang Memanas, Dugaan Pemalsuan Dokumen Adat Muncul Jelang Eksekusi
Ponpes dan MDT di Limapuluh Kota Berpeluang Dapat Pendanaan APBD, DPRD Godok Ranperda Pesantren
Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota
Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar
Wako Zulmaeta Apresiasi Pengabdian Letkol Ucok Namara, Sambut Dandim Baru 0306/50 Kota
Dugaan Perundungan di Asrama ICBS Harau Dilaporkan ke Polisi
Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Ta’aruf SDIT IPHI, 131 Siswa Ikuti Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur’an
Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang
Berita ini 243 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Ulayat Kampuang Pitapang Ikua Tanjuang Memanas, Dugaan Pemalsuan Dokumen Adat Muncul Jelang Eksekusi

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:58 WIB

Ponpes dan MDT di Limapuluh Kota Berpeluang Dapat Pendanaan APBD, DPRD Godok Ranperda Pesantren

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:04 WIB

Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:29 WIB

Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:41 WIB

Wako Zulmaeta Apresiasi Pengabdian Letkol Ucok Namara, Sambut Dandim Baru 0306/50 Kota

Berita Terbaru

Olahraga

Musprovlub Bangkitkan Muaythai Sumbar

Selasa, 2 Jun 2026 - 22:08 WIB