Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota, liputansumbar. com

Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menyebabkan longsor, tanah amblas menyerupai sinkhole, dan kerusakan infrastruktur umum, tetapi juga menghantam sektor pertanian masyarakat.

Puluhan hektare areal persawahan dilaporkan rusak akibat longsor, tanah terban, banjir bandang, dan luapan Sungai Batang Sandir. Bahkan, sejumlah tanaman padi yang sudah siap dipanen ikut hanyut dan terendam air.

Kawasan pertanian terdampak berada di Jorong Sawahlaweh dan Jorong Sialang, Nagari Tungkar, serta Jorong Lokuang dan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Duka mendalam dirasakan petani setempat. Efa dan Yusni Ancok, petani di Nagari Tungkar, mengaku kehilangan harapan panen setelah sawah garapan mereka diterjang banjir bandang pada Kamis pagi (14/5/2026).

Padahal, padi yang mereka tanam tinggal menunggu waktu panen.

“Awak ka manyabik sapokan lai. Tapi, ba’a lai. Tibo banjir. Abih sadonyo,” ujar Efa sambil berlinang air mata saat melihat sawahnya masih terendam air pada Jumat siang (15/5/2026).

Baca Juga :  Pasca Libur Idul Fitri, Wali Kota Payakumbuh Tegaskan ASN Tingkatkan Disiplin dan Kinerja

Dalam bahasa Indonesia, Efa menyebut dirinya sebenarnya tinggal menunggu sekitar sepekan lagi untuk memanen padi. Namun, banjir datang lebih dulu dan menghancurkan seluruh hasil tanamannya.

Hal serupa juga disampaikan Yusni Ancok. Ia mengaku mengalami kerugian besar akibat gagalnya panen tersebut.

“Rencana saya Sabtu besok mau menyabit padi. Tapi sudah duluan air yang memanen. Banyak kerugiannya. Pupuk saja habis empat karung, belum lagi biaya membajak sawah,” katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Fakhrizal atau yang akrab disapa Pak Ce, menyebut luapan Sungai Batang Sandir menjadi penyebab utama rusaknya sawah warga di Jorong Sawahlaweh.

“Luapan air sungai ini memang dahsyat. Dangau di tengah sawah sampai hanyut. Pipa Pamsimas juga putus,” ujarnya sambil menunjukkan lokasi kerusakan.

Sementara itu, anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak meminta pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat bencana.

Baca Juga :  Dugaan Perundungan di Asrama ICBS Harau Dilaporkan ke Polisi

Menurutnya, dampak bencana yang meluas di berbagai kecamatan telah mengganggu kehidupan masyarakat dan membutuhkan penanganan cepat serta dukungan lintas sektor.

“Pemkab Limapuluh Kota harus segera menetapkan status tanggap darurat untuk melegalisasi penggunaan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar dalam APBD 2026. Ini penting agar bantuan dari BNPB, Pemprov Sumbar, dan BWS Sumatera V bisa segera dimobilisasi,” kata Fajar.

Terkait kerusakan lahan pertanian warga, Fajar mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Witra Porsepwandi.

Menurut informasi dari dinas terkait, petugas penyuluh lapangan telah diterjunkan ke kawasan terdampak di Kecamatan Situjuah Limo Nagari untuk mendata luas kerusakan sawah, irigasi, dan potensi kerugian petani guna menentukan langkah penanganan lanjutan.(ws)

Berita Terkait

Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota
Wako Zulmaeta Apresiasi Pengabdian Letkol Ucok Namara, Sambut Dandim Baru 0306/50 Kota
2.000 Warga Situjuah Ladang Laweh Limapuluh Kota Terisolasi
Dugaan Perundungan di Asrama ICBS Harau Dilaporkan ke Polisi
Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Ta’aruf SDIT IPHI, 131 Siswa Ikuti Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur’an
Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang
Pemkab Lima Puluh Kota dan BNPB Mulai Bangun Huntap Mandiri, 47 Rumah Terdampak Segera Direalisasikan
*Asal Usul Nama Limapuluh Kota Terlupakan, Angggota DPRD Usulkan Museum Kebudayaan atau Kembalikan Tanah Ulayat Nagari*
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:04 WIB

Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:29 WIB

Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:41 WIB

Wako Zulmaeta Apresiasi Pengabdian Letkol Ucok Namara, Sambut Dandim Baru 0306/50 Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:06 WIB

2.000 Warga Situjuah Ladang Laweh Limapuluh Kota Terisolasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:03 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama ICBS Harau Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lima Puluh Kota

Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:29 WIB